Curhatan Anak & Ibunya
Assalamu'alaikum Wr.Wb ..
Hai, apa kabar? Merindukan diriku kah? Hahaha
Pada kesempatan kali ini, aku mau ngebacot tentang sedikit contoh kedekatanku dengan Mamahku.
Isinya cukup serius, jauh dari ke-absurd-an yg melekat di diriku.
Cekidot~
Tahun 2011
"Mah, Teteh suka cowok. Kakak kelas. Namanya A *****. Aku suka manggilnya A Kelinci"
"Alhamdulillah. Berarti kamu normal"
Tahun 2013
"Mah, Teteh suka cowok lagi. Seangkatan. Temen PKL. Namanya ******. Aku suka manggilnya Dolphin"
"Alhamdulillah. Masih normal"
Tahun 2015
"Mah, aku sama si Dolphin udah lama gak komunikasi hehe. Tapi aku masih suka sama dia. Tapi sekarang aku lagi lagi suka sama cowok. Namanya Sholeh kalo kata A Budi (temen kerja). Dia Muadzin. Anak pesantren. Pake kacamata"
"Jangan Maruk Nak. Pilih satu"
"Hehe. Iya. Berhubung Dolphin menghilang. Aku pilih Aa Muadzin aja"
-Seminggu kemudian-
"Mah namanya salah. Namanya Udin kalo kata si Enin (Ibu masak)"
"Oh mungkin namanya Sholehudin Teh"
"Bisa jadi mah hahaha"
-Tiga bulan kemudian-
"Mamah namanya bukan Sholeh, bukan Udin atau disatuin Sholehudin. Namanya ******ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜‚😂 tadi ditanyain sama si Enin langsung ke orangnya"
"Ya Allah. Ini yg ketiga nyari nama aja sampe 3 bulan. Teh Teh. Jauh bgt ya dari Sholehudin ke ******. Terus Sholehudin siapanya ******?"
"Hahahaha. Ya mana aku tau. Mungkin nama agamisnya itu 😂😂😂😂"
Tahun 2018
"Mah, aku punya kontak A ******. Semalem kita udah saling komunikasi. Dia aslinya sangat baik. Suaranya juga masih bagus banget. Dia juga udah tau kalau Teteh yg kirim surat ke dia lewat keropak mesjid"
"Hahahahahaha. Semoga terus berkomunikasi baik"
-3 bulan kemudian-
"Mah sebenernya teteh udah gak suka sama A ******. Aku benci A ******. Dia ***********************************************"
"Ya sudah semoga ada lagi yang kamu suka ya. Mamah selalu do'ain yangg terbaik untuk kamu dan saudara-saudaramu"
"Iya mah aamiin. Lagian dia udah punya pacar mah. Dia posting foto gituh. Yg pertama foto si Perempuan yg ditutup mukanya. Yang kedua, posting foto dia lagi lihat-lihatan sama si perempuan. Yang ketiga, dia posting si perempuan dengan muka yang pake lope-lope merah. Dia bilangnya, "Bidadari si Kerudung Merah". ALAY. Bukannya lihat-lihatan kalo bukan sama mukhrimnya disebut zinah mata?"
"Sabar Teh Sabar. Menggebu-gebu gitu ceritanya. Jangan terlalu menghujat dan membenci seseorang. Kan dulu dia pernah ada di hati kamu. Kamu pernah menyukainya bahkan mungkin menyayanginya. Ikhlaskan ya"
-2 bulan kemudian-
"Mah, aku komunikasi lagi sama si Dolphin mah. Dia hari ini ultah Mah. Aku ngucapin setelah sekian lama tidak bersua. Aku juga minta traktir sama dia. Hehe terus dia bilang kita mau ketemuan mah"
"Dolphin? Yg temen pkl kamu? Alhamdulillah. Anak Mama semuanya memang pemberani. Teruslah menyambung silaturahmi dengan sesama manusia"
Malam minggu tiba
"Yah mah gak jadi hahaha. Dia nya pergi ke suatu tempat sama orangtuanya. Dia udah minta maaf. Lagian Teteh juga baru pulang udah bantuin temen ngirim barang"
"Euleuh euleuh kasian hahaha. Kamu gak boleh protes. Apalagi dia pergi bareng orangtuanya. Itu termasuk hal yang penting dari sekedar bertemu denganmu. Kapan-kapan lagi kan bisa. Iya tidak Nak?"
Bulan Desember, 2018
"Mah dia lagi naik Gunung Slamet di Jateng. Katanya setelah turun gunung mau ngajak Teteh ke suatu tempat"
"Oh masih komunikasi? Baguslah. Sepertinya kalian memang sama sama pengen bertemu"
Beberapa hari kemudian
"Yah mah, gak jadi lagi hehe. Dia ada tugas masuk ke hutan sampe tahun baru. Aku juga udah ngomong sama dia kalo aku mau resign kerja. Jadi pas dia pulang ya aku juga pulang ke Tasik. Tidak jodoh wkwkwk"
"Bukan waktu yg tepat. Allah tau kapan waktunya untuk kalian bertemu. Jangan patah semangat. Barangkali, di suatu waktu entah kapan kalian akan dipertemukan"
-Januari, 2019-
"Mah, aku semalem ngungkapin perasaan aku sama Dolphin. Tapi setelah itu aku blokir semua sosmed dia. Aku takut, malu, sama gak siap sama jawaban dia. Aku salah gak sih sama tindakan itu?"
"Ya Allah Nak. Ngungkapin perasaan gak salah. Siti Khadijah aja gitu dulu ke Nabi Muhammad. Yang salah adalah kamu yg memutus silaturahmi ke dia. Kamu sudah berani bertindak. Berarti kamu juga harus berani dan siap apa jawaban dari tindakan kamu sendiri. Tanpa Mamah ngasih tau jawabannya pun, kamu tau apa yang harus kamu lakukan"
-Maret, 2019-
"Mah sebenernya waktu Januari itu seminggu kemudiannya aku udah buka blokirannya. Tapi sampe sekarang kita sama sama gak saling sapa. Hehe. Haduh gimana Mah?"
"Kamu belum juga bertindak? Kamu sudah dewasa. Ayok semangat. Ingat, tidak baik memutus tali silaturahmi"
2 hari kemudian pukul 19:46 wib
"Mah lihat balasan dia. Padahal aku udah banyak ngetiknya ini. Hiks. Dia marah banget kayaknya. Sifatku ke-kanak-kanakan ya mah"
"Sudah ya. Beri dia waktu kembali. Tapi kamu gak boleh membenci dia. Dia temanmu"
Keesokan harinya
"Mah gak mau nanya kenapa mataku sembab?"
"Enggak ah. Mamah gak mau maksa kamu cerita kalau kamu belum mau dan tenang."
"Aku udah tenang kok Mah. Lagian semalem udah puas nangisnya hahaha"
"Ayok kita cerita"
"Aku ditinggal nikah sama A muadzin mah. Dia mau nikah seminggu lagi sama si Bidadari kerudung merahnya. Yg buat aku nangis sebenarnya bukan karena ditinggal nikah sih. Tapi ***************************************************************. Intinya rasa sukaku sama dia terbalas Mah. Meski terbalas, tapi kita tidak bisa bersama"
"Dengar ya Nak. Yg harus kamu lakukan sekarang adalah merelakan, ikhlas, menata hati, berbenah diri, berdamai dengan diri sendiri, memantaskan serta lebih harus dekat sama Pencipta Jodohmu. Ayok jodohmu masih sembunyi. Bawa dia agar mau menampakan diri dan menjemputmu. Pancing dia agar datang ke rumah"
Itulah sedikit contoh tentang keterbukaanku terhadap Mamah. Akutuh selalu cerita apapun yg aku alami sama beliau. Diatas adalah tentang kisah suka dan cinta. Sekali lagi itu adalah hal kecil contoh saja.
Aku tak bermaksud membuat kalian iri tentang seberapa dekatnya aku sama Mamah. Bukan itu maksudku. Yang aku mau sampein ke kalian adalah seberapa peliknya kisah hidup kalian tidak ada salahnya kok terbuka ke orang-orang yang udah kalian anggap nyaman dan kalian percaya. Jangan berfikir ketika kalian terbuka kepada orang tersebut takut terbebani. Jawabannya tidak sama sekali. Mereka akan sangat senang sekali. Kenapa? Karena mereka dianggap spesial oleh dirimu, mereka dianggap ada kehadirannya olehmu, mereka dipercaya olehmu, dan mereka juga dicintai dan disayangi olehmu.
Jadi, tidak ada salahnya kalau kamu mau curhat tentang kehidupan pribadimu dengan Ibumu, Ayahmu, Kakakmu, Adikmu, Nenekmu, Kakekmu, dan keluarga yg lainnya. Kalau tau mau kekeluargamu ya bisa ke Sahabatmu, temanmu, pacarmu, musuhmu, orang tedekatmu, atau orang terjauhmu. Siapa saja boleh. Mereka yang tulus mencintaimu akan dengan senang hati mendengar semua suka dukamu. Setidaknya, beban yg membuatmu berat akan sedikit berkurang dengan menceritakan sedikit hal tentang apa yang menjadi bebanmu. Tak hanya bebanmu dan kesedihanmu. Kebahagiaanmu juga ditunggu keterbukannya darimu. Setidaknya juga, kamu memberikan kebahagiaan bersama sama dengan orang tercinta. Keterbukaanmu terhadap sesamamu harus juga dibarengi oleh keterbukaanmu terhadap Penciptamu. Memang benar. Allah Maha Tahu Segala Sesuatu. Tapi ingat kembali, Allah itu sangat senang terhadap Hamba-Nya yg meminta pertolongan, petunjuk, berkeluh kesah, ucapan syukur terhadap-Nya. Jadi, sangat diwajibkan Meninta (Do'a) kalau mau Dikabulkan oleh-Nya. 😊💙
Timbal balik untuk orang-orang yg membuatmu terbuka? Cukup ada disaat mereka membutuhkanmu. Sederhananya adalah tidak perlu ada kamu selalu di hadapannya, do'amu yang baik terhadapnya sudah sangat cukup untuk membalasnya.
Gimana? Suka gak? Hahahahaha
Udah dulu ya. Sampai jumpa di tulisan-tulisan yang lainnya.
Wassalamu'alikum Wr.Wb ..
Hai, apa kabar? Merindukan diriku kah? Hahaha
Pada kesempatan kali ini, aku mau ngebacot tentang sedikit contoh kedekatanku dengan Mamahku.
Isinya cukup serius, jauh dari ke-absurd-an yg melekat di diriku.
Cekidot~
Tahun 2011
"Mah, Teteh suka cowok. Kakak kelas. Namanya A *****. Aku suka manggilnya A Kelinci"
"Alhamdulillah. Berarti kamu normal"
Tahun 2013
"Mah, Teteh suka cowok lagi. Seangkatan. Temen PKL. Namanya ******. Aku suka manggilnya Dolphin"
"Alhamdulillah. Masih normal"
Tahun 2015
"Mah, aku sama si Dolphin udah lama gak komunikasi hehe. Tapi aku masih suka sama dia. Tapi sekarang aku lagi lagi suka sama cowok. Namanya Sholeh kalo kata A Budi (temen kerja). Dia Muadzin. Anak pesantren. Pake kacamata"
"Jangan Maruk Nak. Pilih satu"
"Hehe. Iya. Berhubung Dolphin menghilang. Aku pilih Aa Muadzin aja"
-Seminggu kemudian-
"Mah namanya salah. Namanya Udin kalo kata si Enin (Ibu masak)"
"Oh mungkin namanya Sholehudin Teh"
"Bisa jadi mah hahaha"
-Tiga bulan kemudian-
"Mamah namanya bukan Sholeh, bukan Udin atau disatuin Sholehudin. Namanya ******ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜‚😂 tadi ditanyain sama si Enin langsung ke orangnya"
"Ya Allah. Ini yg ketiga nyari nama aja sampe 3 bulan. Teh Teh. Jauh bgt ya dari Sholehudin ke ******. Terus Sholehudin siapanya ******?"
"Hahahaha. Ya mana aku tau. Mungkin nama agamisnya itu 😂😂😂😂"
Tahun 2018
"Mah, aku punya kontak A ******. Semalem kita udah saling komunikasi. Dia aslinya sangat baik. Suaranya juga masih bagus banget. Dia juga udah tau kalau Teteh yg kirim surat ke dia lewat keropak mesjid"
"Hahahahahaha. Semoga terus berkomunikasi baik"
-3 bulan kemudian-
"Mah sebenernya teteh udah gak suka sama A ******. Aku benci A ******. Dia ***********************************************"
"Ya sudah semoga ada lagi yang kamu suka ya. Mamah selalu do'ain yangg terbaik untuk kamu dan saudara-saudaramu"
"Iya mah aamiin. Lagian dia udah punya pacar mah. Dia posting foto gituh. Yg pertama foto si Perempuan yg ditutup mukanya. Yang kedua, posting foto dia lagi lihat-lihatan sama si perempuan. Yang ketiga, dia posting si perempuan dengan muka yang pake lope-lope merah. Dia bilangnya, "Bidadari si Kerudung Merah". ALAY. Bukannya lihat-lihatan kalo bukan sama mukhrimnya disebut zinah mata?"
"Sabar Teh Sabar. Menggebu-gebu gitu ceritanya. Jangan terlalu menghujat dan membenci seseorang. Kan dulu dia pernah ada di hati kamu. Kamu pernah menyukainya bahkan mungkin menyayanginya. Ikhlaskan ya"
-2 bulan kemudian-
"Mah, aku komunikasi lagi sama si Dolphin mah. Dia hari ini ultah Mah. Aku ngucapin setelah sekian lama tidak bersua. Aku juga minta traktir sama dia. Hehe terus dia bilang kita mau ketemuan mah"
"Dolphin? Yg temen pkl kamu? Alhamdulillah. Anak Mama semuanya memang pemberani. Teruslah menyambung silaturahmi dengan sesama manusia"
Malam minggu tiba
"Yah mah gak jadi hahaha. Dia nya pergi ke suatu tempat sama orangtuanya. Dia udah minta maaf. Lagian Teteh juga baru pulang udah bantuin temen ngirim barang"
"Euleuh euleuh kasian hahaha. Kamu gak boleh protes. Apalagi dia pergi bareng orangtuanya. Itu termasuk hal yang penting dari sekedar bertemu denganmu. Kapan-kapan lagi kan bisa. Iya tidak Nak?"
Bulan Desember, 2018
"Mah dia lagi naik Gunung Slamet di Jateng. Katanya setelah turun gunung mau ngajak Teteh ke suatu tempat"
"Oh masih komunikasi? Baguslah. Sepertinya kalian memang sama sama pengen bertemu"
Beberapa hari kemudian
"Yah mah, gak jadi lagi hehe. Dia ada tugas masuk ke hutan sampe tahun baru. Aku juga udah ngomong sama dia kalo aku mau resign kerja. Jadi pas dia pulang ya aku juga pulang ke Tasik. Tidak jodoh wkwkwk"
"Bukan waktu yg tepat. Allah tau kapan waktunya untuk kalian bertemu. Jangan patah semangat. Barangkali, di suatu waktu entah kapan kalian akan dipertemukan"
-Januari, 2019-
"Mah, aku semalem ngungkapin perasaan aku sama Dolphin. Tapi setelah itu aku blokir semua sosmed dia. Aku takut, malu, sama gak siap sama jawaban dia. Aku salah gak sih sama tindakan itu?"
"Ya Allah Nak. Ngungkapin perasaan gak salah. Siti Khadijah aja gitu dulu ke Nabi Muhammad. Yang salah adalah kamu yg memutus silaturahmi ke dia. Kamu sudah berani bertindak. Berarti kamu juga harus berani dan siap apa jawaban dari tindakan kamu sendiri. Tanpa Mamah ngasih tau jawabannya pun, kamu tau apa yang harus kamu lakukan"
-Maret, 2019-
"Mah sebenernya waktu Januari itu seminggu kemudiannya aku udah buka blokirannya. Tapi sampe sekarang kita sama sama gak saling sapa. Hehe. Haduh gimana Mah?"
"Kamu belum juga bertindak? Kamu sudah dewasa. Ayok semangat. Ingat, tidak baik memutus tali silaturahmi"
2 hari kemudian pukul 19:46 wib
"Mah lihat balasan dia. Padahal aku udah banyak ngetiknya ini. Hiks. Dia marah banget kayaknya. Sifatku ke-kanak-kanakan ya mah"
"Sudah ya. Beri dia waktu kembali. Tapi kamu gak boleh membenci dia. Dia temanmu"
Keesokan harinya
"Mah gak mau nanya kenapa mataku sembab?"
"Enggak ah. Mamah gak mau maksa kamu cerita kalau kamu belum mau dan tenang."
"Aku udah tenang kok Mah. Lagian semalem udah puas nangisnya hahaha"
"Ayok kita cerita"
"Aku ditinggal nikah sama A muadzin mah. Dia mau nikah seminggu lagi sama si Bidadari kerudung merahnya. Yg buat aku nangis sebenarnya bukan karena ditinggal nikah sih. Tapi ***************************************************************. Intinya rasa sukaku sama dia terbalas Mah. Meski terbalas, tapi kita tidak bisa bersama"
"Dengar ya Nak. Yg harus kamu lakukan sekarang adalah merelakan, ikhlas, menata hati, berbenah diri, berdamai dengan diri sendiri, memantaskan serta lebih harus dekat sama Pencipta Jodohmu. Ayok jodohmu masih sembunyi. Bawa dia agar mau menampakan diri dan menjemputmu. Pancing dia agar datang ke rumah"
Itulah sedikit contoh tentang keterbukaanku terhadap Mamah. Akutuh selalu cerita apapun yg aku alami sama beliau. Diatas adalah tentang kisah suka dan cinta. Sekali lagi itu adalah hal kecil contoh saja.
Aku tak bermaksud membuat kalian iri tentang seberapa dekatnya aku sama Mamah. Bukan itu maksudku. Yang aku mau sampein ke kalian adalah seberapa peliknya kisah hidup kalian tidak ada salahnya kok terbuka ke orang-orang yang udah kalian anggap nyaman dan kalian percaya. Jangan berfikir ketika kalian terbuka kepada orang tersebut takut terbebani. Jawabannya tidak sama sekali. Mereka akan sangat senang sekali. Kenapa? Karena mereka dianggap spesial oleh dirimu, mereka dianggap ada kehadirannya olehmu, mereka dipercaya olehmu, dan mereka juga dicintai dan disayangi olehmu.
Jadi, tidak ada salahnya kalau kamu mau curhat tentang kehidupan pribadimu dengan Ibumu, Ayahmu, Kakakmu, Adikmu, Nenekmu, Kakekmu, dan keluarga yg lainnya. Kalau tau mau kekeluargamu ya bisa ke Sahabatmu, temanmu, pacarmu, musuhmu, orang tedekatmu, atau orang terjauhmu. Siapa saja boleh. Mereka yang tulus mencintaimu akan dengan senang hati mendengar semua suka dukamu. Setidaknya, beban yg membuatmu berat akan sedikit berkurang dengan menceritakan sedikit hal tentang apa yang menjadi bebanmu. Tak hanya bebanmu dan kesedihanmu. Kebahagiaanmu juga ditunggu keterbukannya darimu. Setidaknya juga, kamu memberikan kebahagiaan bersama sama dengan orang tercinta. Keterbukaanmu terhadap sesamamu harus juga dibarengi oleh keterbukaanmu terhadap Penciptamu. Memang benar. Allah Maha Tahu Segala Sesuatu. Tapi ingat kembali, Allah itu sangat senang terhadap Hamba-Nya yg meminta pertolongan, petunjuk, berkeluh kesah, ucapan syukur terhadap-Nya. Jadi, sangat diwajibkan Meninta (Do'a) kalau mau Dikabulkan oleh-Nya. 😊💙
Timbal balik untuk orang-orang yg membuatmu terbuka? Cukup ada disaat mereka membutuhkanmu. Sederhananya adalah tidak perlu ada kamu selalu di hadapannya, do'amu yang baik terhadapnya sudah sangat cukup untuk membalasnya.
Gimana? Suka gak? Hahahahaha
Udah dulu ya. Sampai jumpa di tulisan-tulisan yang lainnya.
Wassalamu'alikum Wr.Wb ..
Komentar
Posting Komentar